Impian Bertemu Jodoh Di Jerman

Impian Bertemu Jodoh Di Jerman

Upaya yang pernah aku lakukan hingga melakukan segala cara adalah “Impian Bertemu Jodoh Di Jerman”. Dalam takdir perjodohan kita semua telah tahu kalau Tuhan telah menyediakan seseorang yang layak & pantas untuk setiap muda-mudi. Namun saya pernah merasakan sakit hati karena putus cinta & harapan, karena telah besar usaha yang telah dilakukan. Jika dihitung perngorbanan telah banyak, sehingga ketika impian gagal rasa sakit hati ini menjadi besar.

Aku memiliki seorang teman sejak masih berusia 9 tahun asal Jerman, dimana dulunya sebelum dia kembali ke negaranya kami sering bermain dan menghabiskan waktu bersama. Setiap minggu pergi untuk melakukan latihan renang bersama, dan setiap hari dalam asrama selalu melakukan segalan aktifitas ber-2. Namun setelah umur 12 tahun kami pun berpisah karena dia harus melanjutkan pendidikan di Jerman.

Hingga tahun lalu kami masih sering berkomunikasi hanya dengan aplikasi WhatsApp & email saja. Hingga suatu saat aku mengumpulkan uang demi bisa menemui jodoh ke Jerman, yaitu dengan bermain pada situs judi bola online resmi di Indonesia. Tidak murah uang pasang dalam sekali taruhan aku bisa menghabiskan hingga 500.000 hingga kadang tidak makan demi melakukan taruhan. Paling sedih lagi saya pernah kalah 25 juta, sehingga harus menjual motor nan biasa dipakai untuk bekerja.

Impian Bertemu Jodoh Di Jerman Berujung Pupus

Impian Bertemu Jodoh Di Jerman

Setelah mengalami kerugian besar hingga 25 juta itu, akhirnya saya meminjam uang kepada teman saya sebesar 10 juta. Kemudian uang tersebut aku pakai lagi untuk bermain di bandar judi bola resmi terpercaya 2020. Dan sebuah keberuntungan besar datang pada-ku, karena dengan modal 10 juta pada jenis game Mix Parlay aku berhasil menang hingga 500 juta. Sungguh senang sekali akhirnya bisa punya uang demi membeli tiket ke Jerman.

Aku langsung saja mengurus passport & visa, seminggu kemudian perjalanan menuju Jerman pun dimulai. Setelah tiba dibandara Frankfurt dia menyambut kedatangan-ku bersama seorang wanita bernama Blaire, kesan pertama ketika tiba disana sudah tidak baik. Selama berada di Jerman kami tinggal ber-3 Blaire, Philip & Aku, setiap hari menghabiskan waktu bersama. Hingga suatu malam tinggal saya dan Philip, memberanikan diri untuk bertanya siapa kah wanita bernama Blaire tersebut.

Ternyata Blaire adalah calon istri Philip yang akan menikah minggu depan, sungguh terkejut dan saya tetap menahan rasa sakit dalam hati. Philip berkata moment kedatangan-ku ini sunggup tepat, dimana bisa menghadiri pernikahannya nanti. Namun setelah berpikir panjang, tepat pada tanggal pernikahannya aku memutuskan untuk tidak hadir dan kembali terbang ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*